Pelayanan KB Berkualitas Tahun 2018

Pelayanan KB Berkualitas ~ Pada tanggal 29 Oktober 2018 dilaksanakanya Program pelayanan KB dan KR Berkualitas dalam era  Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) yang dilaksanakan di Desa Lebak Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan, dan di hadiri oleh Tim DPR RI 1, Tim BKKBN Provinsi, dan lain-lain. Program yang di unggulkan salah satunya berkaitan dengan KB yang berkualitas.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (dahulu Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), disingkat BKKBN, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

BKKBN pernah sukses dengan slogan dua anak cukup, laki-laki perempuan sama saja. Namun, untuk menghormati hak asasi manusia, kini BKKBN memiliki slogan dua anak lebih baik.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

 

Tujuan pelayanan kb  adalah

  1. Meningkatkan jumlah peserta KB atas kesadaran dan tanggung jawab
  2. Membina peserta KB aktif dalam rangka kelembagaan dan pembudayaan NKKBS
  3. Mencapai sasaran penurunan tingkat kelahiran
  4. Menngkatkan menciptakan Keluarga kecil sejahtera melalui mengendalian pertumbuhan penduduk

 

Kebijakan dan strategi

  1. Untuk mencapai tujuan tersebut di ambil kebijakan yang di arahkan untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan maupun pemakaian alat kontrasepsi yang mandiri
  2. Dalam memberikan pelayanan KB kepada Masyarakat di anut pola pelayanan kontasepsi rasional dengan memperhatikan golongan usia di bawah 20 tahun  . usia 20 -30  tahun, usia di atas 30 tahun  dan PUS yang sudah tidak ingin anak lagi.
  3. Pelayanan kontrasepsi di tujukan dan di arahkan kepada pemakaian metode yang efektif
  4. Mengusahakan pemerataan tempat dan tenaga pelayanan kontrasepsi baik dari unsure pemerintah maupun swasta
  5. Mendekatkan pelayanan kepada sasaran dengan memperhatikan situasi  dan kondisi masyarakat
  6. Memberikan rujukan kepada aseptor KB yang mengalami gangguan komplikasi karena alat kontrasepsi KB.

 

kegiatan yang di lakukan adalah

  • Konseling
  • Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan pengayoman kepada masyarakat melalui pengembangan  dan pemantapan  jaringan pelayanan serta rujukan
  • Tersedianya pelayanan kontrasepsi seperti puskesmas bidan praktek atau klinik kesehatan.
  • Membina jaringan pelayanan alat kontrasepsi sampai ke pos KB kelompok KB
  • Mengembangkan memantapkan pola pemakain kontrasepsi rasional yaitu yang di arahkan kepada cara cara kontrasepsi yang sesuai usia PUS dan keingin an PUS
  • Rujukan KB

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*